Rabu, 23 Oktober 2019

Rumus Kimia & Persamaan Reaksi

Kelompok 12 :
  1. Herlina Priyatna (4201419090)
  2. Frisca Amedia    ( 4201419067)


Rumus Kimia dan Persamaan Reaksi

                Dalam mempelajari kimia tentu saja kita tidak akan terlepas dari hal yang namanya Rumus kimia dan persamaan Reaksi. Adakah dari kalian yang belum mengetahui apa itu rumus kimia? Apa itu reaksi kimia? Dan bagaimana caranya menyetarakan suatu persamaan reaksi kimia? Kalian perlu segera mempelajarinya karena ini merupakan bakal awal untuk bisa kimia.
Langsung saja ke intinya ya teman, apa si rumus kimia itu? Jadi, rumus kimia adalah suatu rumus yang berbentuk kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu.

A. Rumus Empiris
     Rumus yang paling sederhana yang menyatakan perbandingan atom-aatom berbagai unsur dalam suatu senyawa.Rumus empiris ditentukan dari data :
  1. Macam-macam unsur dalam senyawa
  2. Persentase unsur dalam senyawa
  3. Massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan.
Kemudian untuk menentukan rumus empiris dari suatu senyawa sebagai berikut :
  1. Menentukan massa setiap unsur dalam sejumlah tertentu senyawa.
  2. Membagi massa setiap unsur dengan massa atom relatifnya,sehingga memperoleh perbandingan mol setiap unsur atau perbandingan dari atom-atomya.
  3. Mengubah perbandingan atom dengan angka yang paling sederhana.
B. Rumus Molekul
    Menunjukkan jumlah mol setiap jenis atom dalam 1 mol senyawa tersebut.Data yang diperlukan untuk menentukan rumus molekul sebagai berikut :
  1. Rumus empiris
  2. Massa atom relatif
      Contoh :
Analisis kuantitaif terhadap 120 g suatu senyawa mengandung unsur-unsur C,H, dan O menghasilkan 48 g C , 8 g H , dan 64 g O , bagaimana rumus molekulnya ?
       Jawab :
Perbandingan mol C : H : O = 





  = 4 : 8 : 4
  = 1 : 2 : 1
Jadi untuk rumus empirisnya adalah CH2O
Massa molekul CH2O diketahui 60 , 30n = 60 , jadi n = 2 sehingga
Rumus molekulnya yaitu C2H4O2.

              Lah yang paling penting selanjutnya adalah persamaan reaksi kimia, dalam menyetarakan suatu reaksi kimia tentu saja terkadang kita lebih terbiasa dengan metode perasaan atau feeling, hal itu tidaklah salah namun apa yang akan dilakukan jika menemui suatu persamaan reaksi yang tidak bisa disetarakan dengan metode feeling? Yap betul, ada 3 cara kurang lebih yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penyetaraan reaksi kimia
a.       Metode eliminasi
b.      Metode setengah reaksi
c.       Metode bilangan oksidasi


    A. Persamaan Reaksi
Bagaimana cara menuliskan persamaan reaksi ? Setelah persamaan reaksi ditulis ,bagaimana cara menyetarakan persamaan reaksi tersebut ? Persamaan reaksi adalah penulisan reaksi dengan menyatakan lambang rumus atau rumus kimia senyawa yang terlibat dalam reaksi serta menunjukkan koefisien reaksi zat yang bereaksi sama dengan koefisien zat hasil reaksi .
Contoh : reaksi karbon dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida.



Tanda panah menunjukkan arah reaksi atau "menghasilkan" . Simbol fase zat beupa huruf kecil
dalam tanda kurung berupa : s berarti padat , g berarti gas , l berarti cair , aq berarti larutan.
Penyetaraan persamaan reaksi merupakan penerapan hukum kekekalan massa dan teori atom Dalton dimana tidak terjadi perubahan massa dan tidak ada atom yang hilang atau tercipta.
Secara umum langkah -langkah penyetaraan persamaan persamaan reaksi adalah sebagai berikut . 
  • Menulis persamaan kerangka,yaitu persamaan reaksi yang belum setara dengan reaktan di ruas kiri dan hasil reaksi di ruas kanan.
  • Menetapkan koefisien zat yang paling kompleks sama dengan 1.
  • Setarakan dahulu unsur yang terkait lansung dengab zat yang diberi koefisien 1 
  • Setarakan reaksi dengan mengatur koefisien reaktan dan hasil reaksi yang lain.
      Contoh Penerapan:
 Setarakan reaksi 

 Alternatif Penyelesaian:
       Diketahui :


   Permasalahan : menyetarakan persamaan reaksi
        Strategi : menggunakan langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi
        Penerapan :
        1. Persamaan kerangka

  2.Koefisien zat kompleks
      C4H10 = 1

  3.Unsur yang berkaitan dengan C4H10 adalah C dan H 
     Menyetarakan atom C :
     C diruas kiri = 4 
     C di ruas kanan = 1, dijadikan 4 dengan memberi angka 4/1 = 4 di depan CO2
     

      Menyetarakan atom H :
      H di ruas kiri = 10O
      H di ruas kanan = 2,dijadikan 10 dengan memberi angka 10/2 = 5 di depan H2O

       Menyetarakan atom O :       
        O di ruas kiri = 2
        O di ruas kanan 4(2) + 5(1) = 13
        Sehingga tambahkan angka diruas kiri = 13/2 = 6 1/2 di depan O2

 (sudah setara)   

    B. Perhitungan Kimia pada Persamaan Reaksi

    1.Hubungan antara jumlah mol,partikel,massa,dan volume gas dalam persamaan reaksi kimia
   Contoh Penerapan: 
     sebanyak  molekul KClO  dipanaskan dan terurai  
      Tentukan :

  1. Mol gas oksigen yang terbentuk
  2. Volume gas oksigen yang terbentuk (STP)
   Alternatif Penyelesaian:
    Diketahui : perbandingan koefisien = 2 : 2 : 3
                      jumlah molekul KClO3 = molekul
    Permasalahan : menentukan mol gas oksigen , volume gas oksigen yang terbentuk,dan massa      KCl yang terbentuk.
    Strategi : menggunakan persamaan hubungan jumlah molekul dengan volume 
    Penerapan :
    Jumlah molekul O2 = 3/2 x jumlah molekiul  KClO3
                                      = 3/2   x 

                                       =  
     a. Mol O2 = 


     b. Volume O2 = n x 22,4
                               = 0,77 x 22,4
                               = 17,2 liter


Setelah dapat menyetarakan persamaan reaksi kimia, dalam kimia juga akan bertemu dengan istilah mol, molaritas, molalitas dll.
Mol merupakan satuan dalam SI yang digunakan untuk jumlah suatu zat. Rumus mol (n) adalah

untuk menghitung Mr ( massa relatif suatu zat ) adalah dengan cara
Molaritas (M) menyatakan jumlah mol dari suatu lartuan perliter. Sehingga dapat dituliskan rumus molaritas  adalah
M = n / v
n = v x M
V = n/M
Dengan
n adalah mol suatu larutan
V adalah volume dari larutan tersebut
M adalah molaritas


Nah bagaimana teman-teman apakah sudah paham ?.Jika masih pada bingung nih bisa komen-komen dibawah ya :D .
Kemudian dari materi yang telah kita sampaikan diatas dapat disimpulkan seperti berikut :
rumus kimia adalah suatu rumus yang berbentuk kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu. Kurang lebih ada 3 cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penyetaraan reaksi kimia yaitu Metode eliminasi , Metode setengah reaksi, Metode bilangan oksidasi. Mol merupakan satuan dalam SI yang digunakan untuk jumlah suatu zat dengan rumus 

Molaritas (M) menyatakan jumlah mol dari suatu lartuan perliter. Sehingga dapat dituliskan rumus molaritas  adalah
M = n/v 
n = v x M,
 V = n/m 
Keterangan
n = mol 
V = volume
M=  molaritas. 




Persamaan reaksi adalah penulisan reaksi dengan menyatakan lambang rumus atau rumus kimia senyawa yang terlibat dalam reaksi serta menunjukkan koefisien reaksi zat yang bereaksi sama dengan koefisien zat hasil reaksi .

Contoh : reaksi karbon dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida.



Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   
2.Herlina Priyatna 
Illustrator  : Herlina Priyatna & Frisca Amedia  
Editor       : Herlina Priyatna 

Jumat, 04 Oktober 2019

KIMIA SPU

Kelompok 12 :
1.Frisca Amedia    ( 4201419067)
2.Herlina Priyatna (4201419090)

SISTEM PERIODIK UNSUR

Teman-teman semua tentu saja tidak asing bukan bagi kalian setelah membaca judul tadi ?? ya betul sekali sistem periodic unsur. Santuyy teman teman semua jangan panik, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan kaann. Yuk kita bahas sedikit demi sedikit ya teman teman.

A.PENGERTIAN
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai periodic unsur, tentu saja kita harus mengetahui Pengertiannya terlebih dahulu. Apa si sistem periodik unsur itu?  Jadi, sistem periodic unsur merupakan suatu susunan yang didasarkan pada nomor atom nomor massa, dan kemiripan sifat-sifat yang dimiliki dari atom tersebut.

B.PENGGOLONGAN UNSUR
    1. Logam
            Golongan ini diantaranya besi,magnesium,perak,tembaga,seng,dll.Golongan ini pada suhu kamar umumnya padat,berkilauan  jika terkena sinar matahari,penghantar panas dan listrik,lunak dapat ditempa , dan ulet dapat direganggkan.

     2.Non Logam
            Golongan ini kurang dikenal dalam kehidupan sehari-hari,karena kebanyakan terdapat dalam keadaan terikat sebagai senyawa.Contoh golongan ini adalah karbon.belerang,fosfor,nitrogen,brom,oksigen hydrogen,klor,dll.Umumnya bersifat gas,seperti hydrogen,nitrogen,dan oksigen , ada yang padat seperti karbon,belerang,dan fosfor,ada  pula yang cair seperti brom.
Kerapatannya rendah,rapuh,tidak dapat ditempa atau direganggkan.

      3. Metaloid
            Golongan ini mempunyai sifat-sifat dan kimia di antara kedua golongan diatas.Termasuk golongan ini adaah silicon,boron,arsen,tellurium.Golongan ini terkenal dengan sifat semikonduktrnya dan penting dalam industry barang elektronik.

C.SISTEM PERIODIK
            Sistem periodic unsur adalah pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya agar mudah untuk dipelajari.

       1.Sistem Triad
            Pengelompokan unsur-unsur paling sederhana mula-mula ditemukan oleh Deboreiner.Ia mengelompokkan tiga unsur dalam tiap kelompok ,yang memiliki sifat-sifat yang mirip.Karena caranya inilah maka disebut Sistem Triad. Ketiga unsur dalam tiap kelompok itu ternyata memiliki hubungan dalam massa atomnya.Massa atom unsur yang ditengah = 1/2 jumlah massa atom dua unsur yang lain.


       2.Hukum Oktaf Newlands
            John Newland menemukan hubungan antara sifat-sifat unsur dengan massa atom relative.Menurut kemiripan sifay-sifatnya, Newlands membagi unsur-unsur menjadi 7 kelompok dan diurutkan menurut kenaikan massa atom realtifnya . Jadi, dengan cara begini maka urutan unsur yang ke-8 akan memiliki sifat unsur yang pertama atau dengan kata lain ,sifat unsur yang sama akan terulang secara periodic pada urutan ke-8. Inilah sebabanya,kesimpulan penelitian Newlands disebut Hukum Oktaf ( okta 8 ).

            Li         Be        B        C         N         O         F
            Na       Mg       Al       Si         P          S          Cl
            K         Ca        Cr        Ti         Mn       Fe

       3.Sistem Periodik Unsur Mendeleyev
          Bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya maka sifat unsur aka berulang secara periodic.
Dengan daftar Sistem Periodik unsur Mendeleyef ini dapat diketahui :
a)      Perubahan sifat yang teratur dari unsur-unsur dalam satu golongan ke golongan lain.
b)      Hubungan antara valensi tertinggi unsur dengan nomor gologannya.
c)      Ramalan sifat-sifat unsur yang belum diketahui pada saat itu.
d)     Daftar ini tidak hanya berubah walaupun unsur-unsur gas mulia telah ditemukan

      4.Sistem Periodik Modern
          Sejak percobaan sinar X yang dilakukan oleh Mosley terhadap berbagai unsur,maka unsur-unsur dalam daftar system periodic unsur disusun menurut nomor atomnya,bukan massa atom relatifnya.
Hukum keperiodikan unsur untuk menyusun daftar ini berbunyi :

Sifat-sifat unsur adalah fungsi periodic dari nomor atomnya.

D.PENGGOLONGAN UNSUR MENURUT STRUKTUR ELEKTRON
             Dengan memperhatikan struktur electron unsur,yakni pengisian electron pada sub-sub kulit terakhirnya , maka unsur dapat dibagi dalam 4 blok,yakni :



F.SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR
Kemiripan Horisontal,Vertikal,Diagonal

Jadi, sistem periodik unsur juga tentunya dikelompokkan menjadi kemiripan horizontal,vertical, dan diagonal.  Kemiripan horizontal terjadi antara unsur-unsur dalam 1 periode. Pasti kalian bertanya kan apasi periode itu  ? periode merupakan bagian dari sistem periodik unsur yang terletak pada posisi horizontal. Kemiripan vertical terjadi pada unsur-unsur satu golongan akibat struktur dan jumlah electron valensi yang sama.Sedangkan pengertian golongan sendiri merupakan bagian dari sistem periodic unsur yang tempatnya terletak pada posisi vertikal.Kemiripan diagonal terjadi pada unsur-unsur yang terletak pada arah diagonal dari kiri ke kanan bawah.Sebagai akibat jari-jari atom,ion,dan elektronegatifitas yang sama.

Untuk lebih mudahnya kalian dapat melihat gambar dibawah ini
I.                 Jari-jari atom

Reduktor
Kereaktifan Logam
Basa
Titik Didih /Titik Leleh
  



II.                  Energi Ionisasi (EI)
Afinitas Elektron ( AE)
Keelektronegatifan (KN)
Oksidator
Kereaktifan Non Logam
Asam Oksidasi
Titik Didih/Titik Logam
Keterangan :
1.      Jari-Jari atom (r) = jarak dari inti atom sampai kulit terluar
2.      Energi Ionisasi ( EI ) = Energi yang diperlukan jika atom melepaskan electron yang membentuk ion + .
3.      Afinitas Elektron ( AE) = Energi yang menyertai jika atom menangkap electron membentuk ion - .
4.      Keelektronegatifan ( KN ) = Kecenderungan suatu atom untuk menarik electron dalam ikatan kimia


G.KONFIGURASI ELEKTRON
            Digunakan untuk menentukan letak suatu unsur dalam table periodik.
v  Jumlah electron valensi menyatakan no.golongan
v  jumlah kulit menyatakan no.periode.
Penetapan golongan untuk :
v  Gol.utama ditentukan dengan konfigurasi electron pada kulit elektronnya.
v  Gol.transisi ditentukan dengan konfigurasi electron menurut prinsip Aufbau
A.Prinsip Aufbau
Elektron menempari pada orbital dimulai dari energy terendah ke energy yang lebih tinggi.


B.Aturan Hund
            Dalam pengisian orbital yang setingkat electron-elektron cenderung tidak berpasangan sebelum semua orbital terisi penuh oleh electron.

C.Prinsip Larangan Pauli
            Prinsip ini menerangkan bahwa dalam satu atom tidak boleh ada dua electron yang mempunyai keempat bilangan quantum (n,l,m,s), yang sama.Jadi setiap orbital hanya dapat berisi dua electron dengan arah spin yang berlawanan.
1.      Bilangan Kuantum utama ( n ) menunjukkan kulit atomnya.
2.      Bilangan Kuantum Azimuth ( l ) menunjukkan sub kulitnya ( s,p,d,f )
3.      Bilangan Kuantum Magnet ( m ) menunjukkan orientasi orbitalnya.
4.      Bilangan Kuantum Spin  ( s) menunjukkan perputaran electron ( rotasi )

                                                                       

                Bilangan Kuantum :
                n= 3
                l = 0
                s =  - 1/2
                *Untuk  (s ) Jika arah panah menunjukkan ke atas maka nilai    +1/2
                *Untuk  (s ) Jika arah panah menunjukkan ke bawah maka nilai -1/2

D.Aturan Penuh dan setengah penuh
            Sub kulit d cenderung penuh ( d 10) atau setengah penuh d 5cenderung lebih stabil.
           
Setelah kita membahas  mengenai komponen-komponen yang ada di sistem periodic tersebut, selanjutnya kita akan membahas mengenai hal yang lebih lanjut yaitu mengenai gelombang elektromagnetik. Biasanya gelombang di simbolkan dengan (λ) dan berhubungan dengan frekuensi  dan kecepatan (c).
                                     Gelombong        x        frekuensi               = kecepatan


                Selanjutnya kita akan membahas mengenai gelombang sprektum

Dimana m dan n memiliki hubungan m>n. jika m=1 merupakan lyman series. Jika m=2 merupakan balmer series. Dan jika m=3 merupakan paschen series.
                Setelah kita mempelajari gelombang spectrum kita kan beralih ke konstanta plank dengan angka 6.626 x10-34.  Tentu saja memiliki hubungan sebagai berikut


h merupakan konstanta plank, E merupakan energy, c kecepatan, dan lamda adalah panjang gelombang.
Catatan penting temaan teman semua perlu diingat kalau semakin ke kanan maka energy yang dihasilkan semakin tinggi, dan sebaliknya.

Dari materi yang kami sampaikan dapat disimpulkan :
            Sistem periodic unsur merupakan suatu susunan yang didasarkan pada nomor atom nomor massa, dan kemiripan sifat-sifat yang dimiliki dari atom tersebut.sistem periodik unsur memiliki pembagian yang terdiri dari 2 hal sebutan yaitu periode dan golongan.
Gelombang elektromagnetik biasanya gelombang di simbolkan dengan (λ) dan berhubungan dengan frekuensi dan kecepatan (c).Gelombong(λ) x frekuensi = kecepatan(c). selanjutnya terdapat gelombang sprektum
 terdapat Energi yang berhubungan dengan kosntanta plank yaitu
semakin ke kanan maka energy yang dihasilkan semakin tinggi, dan sebaliknya.


Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   
2.Herlina Priyatna
Illustrator  : Herlina Priyatna
Editor       : Herlina Priyatna