Kamis, 14 November 2019

STOIKIOMETRI

Kelompok 12 :
  1. Herlina Priyatna (4201419090)
  2. Frisca Amedia    ( 4201419067)

STOIKIOMETRI


           Hai teman teman selamat datang di blog kami, disini kami akan menjelaskan mengenai stoikiometi, pernah dengar apa itu stoikiometri?? Bagi yang belum tau kami hadir untuk kalian semua.Kita akan mengupasnya secara ringkas , agar kalian semua mudah memahaminya.Okey yuk kita lansung saja ke materi Stoikiometri.
             Stoikiometri dalam bahasa Yunani berasal dari  kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Oleh karena itu, stoikiometri membahas tentang hubungan massa antar unsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa) dan antar zat dalam suatu reaksi (Utami, 2009). Dapat diartikan pula stoikiometri merupakan aspek kimia yang berkaitan dengan komponen-komponen dalam reaksi kimia dan suatu hubungan kuantitatif diantara komponen-komponen tersebut. Hubungan kuantitatif meliputi: massa pereaksi dengan hasil reaksi, energi pereaksi dan hasil reaksi, dan volume pereaksi dan hasil reaksi. Dalam stoikiometri terdapat 3 konsep yakni: kekakalan massa, massa atom relatif, dan konsep mol. Stoikiometri terdapat dua jenis yaitu stoikiometri komposisi yaitu meliputi perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa dan stoikiometri 


A.HUKUM-HUKUM DASAR

1.Hukum Kekekalan Massa

         Hukum kekekalan massa dinyatakan oleh Antoine Laurent Lavosier ( 1783). Dia melakukan pengamatan ilmiah untuk mempelajari perubahan kimia. Lavosier menimbang zat-zat sebelum dan zat-zat sesudah perubahan kimia terjadi. Penimbangan ini dilakukan di semua jenis zat yaitu zat padat,cair, dan gas.Dari hasil pengamatannya menunjukkan bahwa massa semua zat yang mengalami perubahan kimia sama dengan massa zat yang terbentuk pada perubahan kimia itu.Penemuan Lavosier disebut dengan hukum kekekalan massa , yang berbunyi :


Dalam reaksi kimia massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi kimia adalah tetap

          Dalam pengamatan tersebut lavosier mampu menujukkan bahwa suatu logam bila dipanaskan diudara massanya bertambah kerena membentuk oksida. Teori lavosier ini sangat bertentangan dengan teori flogiston.
          Teori flagiston menyatakan bahwa bila zat terbakar atau membentuk oksida,maka dari zat itu akan keluar apa yang disebut dengan flagiston ,sehingga massa oksida zat itu lebih ringan dari zat itu sendiri.Pengamatan Lavosier menunjukkan bahwa massa oksida logam lebih besar daripada massa logamnya.Berdasarkan kenyataan ini Lavosier menunjukkan adanya suatu zat di udara yang berupa gas yang dapat membentuk oksida dengan logam-logam.Zat tersebut disebut Oksigen yang berarti membentuk oksida
Contoh :
1.       Magnesium   + Oksigen       →  Magnesium oksida
           4,8 gram          3,2 gram               8 gram

2.       H(g)             +      O₂(g)              →       H₂O (l)
          2 gram                16 gram            18 gram


2.Hukum Perbandingan Tetap

         Joseph Louis Proust (1799) menganalisis berbagai macam senyawa . Dia menunjukkan bahwa sususan dan perbandingan jumlah unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu , tak bergantung kepada tempat senyawa itu diperoleh ataupun cara pembentukan senyawa itu  . Perbandingan massa hidrogen & oksigen dalam air adalah tetap 1: 8 , tidak bergantung apakah air tersebut berasal dari air sumur , air laut , ataupun berasal dari pembakaran minyak bumi . Pengamatan Proust ini kemudian dikenal sebagai hukum perbandingan tetap, dinyatakan sebagai berikut : 

Perbandingan massa unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu yang murni adalah tetap.
        Proust melakukan percobaan-percobaan untuk mengetahui perbandingan massa . Percobaan tersebut diantaranya adalah pemanasan serbuk besi dan serbuk belerang.Apabila 7 bagian berat besi dicampurkan dengan 4 bagian berat belerang ,kemudian dipanaskan akan dihasilkan 11 bagian berat senyawa belerang . Perbandingan massa besi dan belerang pada senyawa FeS sebagai berikut :


NO
FeS (gram)
Fe (gram)
S(gram)
Perbandingan Massa Fe dan S
1
2,20
1,40
0,80
7 : 4
2
2,75
1,75
1,00
7 : 4
3
3,30
1,40
1,20
7 : 4

Jika pada pemanasan ini berat besi ditambah ,ternyata kelebihan besi yang ditambahkan tidak membentuk senyawa ,tetapi tetap sebagai besi . Begitu pula jika serbuk belerangnya ditambahkan,kelebihan belerang tersebut tidak membentuk senyawa besi belerang ,tetapi habis menjadI gas .


3.Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

       Teori atom dalton merupakan satu-satunya teori yang pertama kali berhasil mencoba aa sebenarnya yang terjadi dalam reaksi kimia.Secara khusus teori atom Dalton dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa & Hukum Perbandingan tetap . Teori atom Dalton mempunyai ciri sebagai teori yang baik karena dapat meramalkan hal-hal yang belun pernah diamati olehnya , selain itu dapat juga menerangkan gejala-gejala yang ada saat ini . Teori atom Dalton dapat meramalkan suatu sifat yang sampai saat ini belum teramati ,yaitu kemudian dikenal dengan Hukum Kelipatan Perbandingan .Dalton berpendapat : Apabila dua senyawa yang berbeda dibentuk dari dua unsur yang sama ,untuk massa salah satu unsur yang sama,perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa itu merupakan bilangan yang bulat dan sederhana .

contoh :
Senyawa
%Nitrogen
%Oksigen
massa N : massa O
I
63,7
36,3
1 : 0,57
II
46,7
53,3
1 : 1,14
III
36,9
63,1
1 : 1,74
IV
30,5
69,5
1 : 2,28
V
25,9
74,1
1 : 2,86

Perbandingan massa Oksigen yang bereaksi dengan satu bagian Nitrogen adalah : 
0,57 : 1,14 : 1,74 : 2,28 : 2,86
Atau
1 : 2 : 3 : 4 : 5 
Angka perbandingan ini merupakan bilangan yang mudah dan bulat .


4. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)


         Joseph Louis Gay Lussac (1808) ,mengadakan eksperimen tentang volume gas yang bereaksi dengam gas lain membentuk gas baru.Reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen menjadu uap air dikakukan berulang-ulang pada suhu dan tekanan yang sana . Persamaan reaksi yang terjadi 
2H₂ + O₂ →2H₂O
        Dari eksperimen tersebut ,ternyata dua bagian volume H₂ dengan satu bagian volume O₂ menghasilkan dua volume H₂O sehingga dapat dilihat bahwa perbandingan volume gas reaktan dan hasil reaksi selalu merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Perbandingan volume H₂ : O₂ : H₂O = 2 : 1 : 2
         Hasil eksperimen tersebut disimpulkan Gay lussac dan dikenal dengan Hukum Gay Lussac yang berbunyi : Pada tekanan dan temperatur yang sama ,perbandingan volume gas - gas yang bereaksi (reaktan) dan gas hasil reaksi (produk) adalah bilangan bulat dan sederhana.


5. Hukum Avogadro (1811) 

         Gas -gas yang jumlah molekulnya sama mempunyai jumlah mol yang sana . Hipotesis Avogadro sebagai berikut : 
Pada tekanan dan temperatur yang sama (P,T) , perbandingan volume gas-gas reaktan atau hasil reaksi sama dengan perbandingan jumlah mol gas - gas reaktan atau hasil reaksi . 
       Hukum ini semula dikenal sebagai hipotesis avogadro ,yang tidak diakui orang lain sampai kira-kira setengah abad . Meskipun hipotesis ini lahir tahun 1811 ,namun baru setengah abad kemudian (1858) baru mendapatkan pengakuan sebagai Hukum Avogadro,setelah berhasil menyumbangkan gagasan untuk perkembamham massa atom relatif &  massa molekul relatif . 
Hipotesis Avogadro terpenting yaitu : 
1. Gas - gas yang umum adalah diatomik
2. Massa molekul relatif suatu gas kira-kira dua kali rapat uapnya . 


Nah bagaimana teman-teman apakah sudah paham ?.Jika masih pada bingung nih bisa komen-komen dibawah ya :D .Jadi dari materi yang telah kami sampaikan diatas kita jadi tau bahwa dalam dalam stoikiometri terdapat hukum-hukum dasar,yaitu

1.Hukum Kekekalan Massa

2.Hukum Perbandingan Tetap


3.Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

4. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)

5. Hukum Avogadro (1811) 

Sampai disini dulu ya materi kami,tunggu materi berikutnya teman-teman .

Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   
2.Herlina Priyatna 
Illustrator  : Herlina Priyatna & Frisca Amedia  
Editor       : Herlina Priyatna