Kamis, 05 Desember 2019

Redoks dan Elektrokimia

Redoks dan Elektrokimia


Hallo teman teman semua, selamat datang di blog kami yang tentunya akan selalu menyajikan hal-hal yang menarik sekaligus bermanfaat bagi kita semua, iya betul laa apalagi kalo bukan mengenai kimia. Hehe. Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai kimia dasar juga tentunya yaitu berkaitan dengan redoks dan elektrokimia. Apa itu redoks? Pasti kali tau apa itu redok yak betul redoks merupakan singkatan dari reduksi dan oksidasi. Upss. Cukup dulu yaa basa basinya langsung saja menuju kematerinya yang bakalan kami paparkan dengan semenarik mungkin agar kalian tidak merasa bosan. Lets  go !

A. Penyetaraan Persamaan dan Reaksi Redoks

Reaksi redoks atau yang biasa kita kenal dengan reaksi oksidasi dan reduksi. Kurang lebih ada tiga definisi yang dapat kita gunakan untuk oksidasi, yang pertama ada kehilangan elektron, yang kedua memperoleh oksigen, dan yang ketiga kehilangan hidrogen. Namun, dalam praktikum kali ini adalah untuk kehilangan elektron. Kemudian reduksi diartikan sebagai memperoleh elektron, kehilangan oksigen, dan memperoleh hydrogen. Maka dari itu salah satu tujuan dari materi kali ini adalah mempelajari beberapa reaksi redoks yang meliputi reaksi oksidasi dan reaksi reduksi sehingga dapat membuktikan yang terjadi saat oksidasi dan saat reduksi pada suatu reaksi kimia.

1. Bilangan Oksidasi

NO
Unsur
Biloks
1
Unsur bebas ( Fe,Zn,….)
0
2
Molekul Umum( H2,O2,N2,F3,Cl2,Br2,I2)
0
3
Atom H dalam senyawa
+1 , kecuali hidrida = -1
4
Atom O dalam senyawa
+1 ,kecuali peroksida = -1
5
Logam IA
+1
6
Logam IIA
+2
7
Logam IIIA
+3
8
Ion
Sesuai muatan ion
9
Molekul
0

Misal :
K2Cr2O7   
Bilok K = +1
         Cr = -2
         O = +6

NaClO3
Bilok Na = +1
         Cl = -2
         O  = +5

2. Penyetaraan Reaksi Redoks

    Bagaimana menyetarakan persaman reaksi redoks ?Syarat reaksi redoks disebut sudah setara apabila reaksi tersebut mempunyai jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan dan jumlah muatan di ruas kiri = jumlah muatan di sebalah kanan.Kebanyakan reaksi redoks berlansung dalam larutan air sehingga molekul  H2O , ion Hdan OH sering berpartisipasi sebagai pereaksi maupun hasil reaksi . Ada dua metode dalam penyetaraan reaksi redoks,yaitu metode Perubahan Bilangan Oksidasi dan metode setengah reaksi (ion elektron).
Contoh : 
1.Setarakan persamaan reaksi ion dengan metode perubahan bilangan oksidasi !
CrO4-2 Fe(OH)àCr2O3 + Fe(OH)3


      Penyelesaian
Diketahui : reaksi redoks CrO4-2 Fe(OH)  Cr2O3 + Fe(OH)3
Permasalahan : Menyetarakan reaksi redoks
Strategi : menggunakan metode perubahan bilangan oksidasi
Penerapan :

a.Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
CrO4-2 Fe(OH)2  Cr2O3 + Fe(OH)3
+6             +2              +3              +3

keterangan : 
+6 dengan +3 mengalami reduksi
+2 dengan +3 mengalami oksidasi

b.Menyetarakan koefisisen unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
Unsur Cr = beri koefisien pada  CrO4-2
Unsur Fe = sudah setara
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 Fe(OH)  Cr2O3 + Fe(OH)3

c.Menentukan jumlah perubahan bilangan oksidasi dari oksidator  dan reduktor
-Perubahan bilangan oksidasi Cr= +6 →+3 , karena melibatkan 2 atom Cr ,maka Cr= 3 x 2 = 6.
-Perubahan bilangan oksidasi dari Fe = +2  →+3, selisih = 1

d.Menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi
-Koefisien CrO4-2 dan Cr2Odikalikan 1
-Koefisien Fe(OH)dan Fe(OH)dikalikan 6
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)  Cr2O3 + 6Fe(OH)3

e.Menyamakan muatan ruas kiri dengan muatan ruas kanan
Total muatan ruas kiri = -2(2) = -4
Total muatan ruas kanan= 0
Sehingga ditambahkan 4 ion OH− di ruas kanan
Reaksi menjadi :  2CrO4-2 + 6Fe(OH)  Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH

f. Menyetarakan atom H pada ruas kiri dan ruas kanan
Jumlah atom H ruas kiri = 12
Jumlah atom H di ruas kanan = 22
Sehingga ditambahkan 5 moekul H2O di ruas kiri
Reaksi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2  →  5H2O +  Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH− (reaksi setara)

3. Potensial Sel dan Volta

Potensial sel merupakan selisih potensial listrik antara elektrode yang mendorong elektron mengalir yang disebabkan perbedaan rapatan muatan antara elektrode-elektrode.Potensial sel yang diukur pada 25 celcius dengan konsentrasi ion-ion 1 M dan tekanan gas 1 atm disebut potensial standar ( E sel)

4. Korosi

Reaksi redoks antara logam dan beberapa zat yang berada di lingkungan akan menghasilkan senyawa lain yang tidak dikehendaki disebut korosi atau perkaratan.

B. Sel elektrolisis dan Hukum Faraday

1. Sel elektrolisis

Elektrolisis adalah peristiwa terjadinya reaksi kimia oleh arus listrik. Rangkaian elektrolisis berisi larutan atau leburan elektrolit dan dua buah elektroda, anoda, dan katoda. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi. Pada tahun 1833, faraday menunjukkan bahwa jumlah zat yang bereaksi pada elektroda-elektroda sel elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah arus yang melalui sel tersebut

2. Hukum Faraday


    Oh iya teman teman semua jadi intinya dalam mempelajari reaksi redoks ini kalian juga sebaiknya mengingat kembali mengenai bilangan biloks setiap unsur tentunya. Dan kalian dapat mengaitkan reaksi redoks ini kedalam kehidupan sehari hari. Hal itu tentunya akan menambah kepahaman temen temen semua mengenai redoks dan elektrokimia. 

Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   

2.Herlina Priyatna 
Illustrator  : Herlina Priyatna & Frisca Amedia  
Editor       : Herlina Priyatna 

Kamis, 14 November 2019

STOIKIOMETRI

Kelompok 12 :
  1. Herlina Priyatna (4201419090)
  2. Frisca Amedia    ( 4201419067)

STOIKIOMETRI


           Hai teman teman selamat datang di blog kami, disini kami akan menjelaskan mengenai stoikiometi, pernah dengar apa itu stoikiometri?? Bagi yang belum tau kami hadir untuk kalian semua.Kita akan mengupasnya secara ringkas , agar kalian semua mudah memahaminya.Okey yuk kita lansung saja ke materi Stoikiometri.
             Stoikiometri dalam bahasa Yunani berasal dari  kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Oleh karena itu, stoikiometri membahas tentang hubungan massa antar unsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa) dan antar zat dalam suatu reaksi (Utami, 2009). Dapat diartikan pula stoikiometri merupakan aspek kimia yang berkaitan dengan komponen-komponen dalam reaksi kimia dan suatu hubungan kuantitatif diantara komponen-komponen tersebut. Hubungan kuantitatif meliputi: massa pereaksi dengan hasil reaksi, energi pereaksi dan hasil reaksi, dan volume pereaksi dan hasil reaksi. Dalam stoikiometri terdapat 3 konsep yakni: kekakalan massa, massa atom relatif, dan konsep mol. Stoikiometri terdapat dua jenis yaitu stoikiometri komposisi yaitu meliputi perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa dan stoikiometri 


A.HUKUM-HUKUM DASAR

1.Hukum Kekekalan Massa

         Hukum kekekalan massa dinyatakan oleh Antoine Laurent Lavosier ( 1783). Dia melakukan pengamatan ilmiah untuk mempelajari perubahan kimia. Lavosier menimbang zat-zat sebelum dan zat-zat sesudah perubahan kimia terjadi. Penimbangan ini dilakukan di semua jenis zat yaitu zat padat,cair, dan gas.Dari hasil pengamatannya menunjukkan bahwa massa semua zat yang mengalami perubahan kimia sama dengan massa zat yang terbentuk pada perubahan kimia itu.Penemuan Lavosier disebut dengan hukum kekekalan massa , yang berbunyi :


Dalam reaksi kimia massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi kimia adalah tetap

          Dalam pengamatan tersebut lavosier mampu menujukkan bahwa suatu logam bila dipanaskan diudara massanya bertambah kerena membentuk oksida. Teori lavosier ini sangat bertentangan dengan teori flogiston.
          Teori flagiston menyatakan bahwa bila zat terbakar atau membentuk oksida,maka dari zat itu akan keluar apa yang disebut dengan flagiston ,sehingga massa oksida zat itu lebih ringan dari zat itu sendiri.Pengamatan Lavosier menunjukkan bahwa massa oksida logam lebih besar daripada massa logamnya.Berdasarkan kenyataan ini Lavosier menunjukkan adanya suatu zat di udara yang berupa gas yang dapat membentuk oksida dengan logam-logam.Zat tersebut disebut Oksigen yang berarti membentuk oksida
Contoh :
1.       Magnesium   + Oksigen       →  Magnesium oksida
           4,8 gram          3,2 gram               8 gram

2.       H(g)             +      O₂(g)              →       H₂O (l)
          2 gram                16 gram            18 gram


2.Hukum Perbandingan Tetap

         Joseph Louis Proust (1799) menganalisis berbagai macam senyawa . Dia menunjukkan bahwa sususan dan perbandingan jumlah unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu , tak bergantung kepada tempat senyawa itu diperoleh ataupun cara pembentukan senyawa itu  . Perbandingan massa hidrogen & oksigen dalam air adalah tetap 1: 8 , tidak bergantung apakah air tersebut berasal dari air sumur , air laut , ataupun berasal dari pembakaran minyak bumi . Pengamatan Proust ini kemudian dikenal sebagai hukum perbandingan tetap, dinyatakan sebagai berikut : 

Perbandingan massa unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu yang murni adalah tetap.
        Proust melakukan percobaan-percobaan untuk mengetahui perbandingan massa . Percobaan tersebut diantaranya adalah pemanasan serbuk besi dan serbuk belerang.Apabila 7 bagian berat besi dicampurkan dengan 4 bagian berat belerang ,kemudian dipanaskan akan dihasilkan 11 bagian berat senyawa belerang . Perbandingan massa besi dan belerang pada senyawa FeS sebagai berikut :


NO
FeS (gram)
Fe (gram)
S(gram)
Perbandingan Massa Fe dan S
1
2,20
1,40
0,80
7 : 4
2
2,75
1,75
1,00
7 : 4
3
3,30
1,40
1,20
7 : 4

Jika pada pemanasan ini berat besi ditambah ,ternyata kelebihan besi yang ditambahkan tidak membentuk senyawa ,tetapi tetap sebagai besi . Begitu pula jika serbuk belerangnya ditambahkan,kelebihan belerang tersebut tidak membentuk senyawa besi belerang ,tetapi habis menjadI gas .


3.Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

       Teori atom dalton merupakan satu-satunya teori yang pertama kali berhasil mencoba aa sebenarnya yang terjadi dalam reaksi kimia.Secara khusus teori atom Dalton dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa & Hukum Perbandingan tetap . Teori atom Dalton mempunyai ciri sebagai teori yang baik karena dapat meramalkan hal-hal yang belun pernah diamati olehnya , selain itu dapat juga menerangkan gejala-gejala yang ada saat ini . Teori atom Dalton dapat meramalkan suatu sifat yang sampai saat ini belum teramati ,yaitu kemudian dikenal dengan Hukum Kelipatan Perbandingan .Dalton berpendapat : Apabila dua senyawa yang berbeda dibentuk dari dua unsur yang sama ,untuk massa salah satu unsur yang sama,perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa itu merupakan bilangan yang bulat dan sederhana .

contoh :
Senyawa
%Nitrogen
%Oksigen
massa N : massa O
I
63,7
36,3
1 : 0,57
II
46,7
53,3
1 : 1,14
III
36,9
63,1
1 : 1,74
IV
30,5
69,5
1 : 2,28
V
25,9
74,1
1 : 2,86

Perbandingan massa Oksigen yang bereaksi dengan satu bagian Nitrogen adalah : 
0,57 : 1,14 : 1,74 : 2,28 : 2,86
Atau
1 : 2 : 3 : 4 : 5 
Angka perbandingan ini merupakan bilangan yang mudah dan bulat .


4. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)


         Joseph Louis Gay Lussac (1808) ,mengadakan eksperimen tentang volume gas yang bereaksi dengam gas lain membentuk gas baru.Reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen menjadu uap air dikakukan berulang-ulang pada suhu dan tekanan yang sana . Persamaan reaksi yang terjadi 
2H₂ + O₂ →2H₂O
        Dari eksperimen tersebut ,ternyata dua bagian volume H₂ dengan satu bagian volume O₂ menghasilkan dua volume H₂O sehingga dapat dilihat bahwa perbandingan volume gas reaktan dan hasil reaksi selalu merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Perbandingan volume H₂ : O₂ : H₂O = 2 : 1 : 2
         Hasil eksperimen tersebut disimpulkan Gay lussac dan dikenal dengan Hukum Gay Lussac yang berbunyi : Pada tekanan dan temperatur yang sama ,perbandingan volume gas - gas yang bereaksi (reaktan) dan gas hasil reaksi (produk) adalah bilangan bulat dan sederhana.


5. Hukum Avogadro (1811) 

         Gas -gas yang jumlah molekulnya sama mempunyai jumlah mol yang sana . Hipotesis Avogadro sebagai berikut : 
Pada tekanan dan temperatur yang sama (P,T) , perbandingan volume gas-gas reaktan atau hasil reaksi sama dengan perbandingan jumlah mol gas - gas reaktan atau hasil reaksi . 
       Hukum ini semula dikenal sebagai hipotesis avogadro ,yang tidak diakui orang lain sampai kira-kira setengah abad . Meskipun hipotesis ini lahir tahun 1811 ,namun baru setengah abad kemudian (1858) baru mendapatkan pengakuan sebagai Hukum Avogadro,setelah berhasil menyumbangkan gagasan untuk perkembamham massa atom relatif &  massa molekul relatif . 
Hipotesis Avogadro terpenting yaitu : 
1. Gas - gas yang umum adalah diatomik
2. Massa molekul relatif suatu gas kira-kira dua kali rapat uapnya . 


Nah bagaimana teman-teman apakah sudah paham ?.Jika masih pada bingung nih bisa komen-komen dibawah ya :D .Jadi dari materi yang telah kami sampaikan diatas kita jadi tau bahwa dalam dalam stoikiometri terdapat hukum-hukum dasar,yaitu

1.Hukum Kekekalan Massa

2.Hukum Perbandingan Tetap


3.Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

4. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)

5. Hukum Avogadro (1811) 

Sampai disini dulu ya materi kami,tunggu materi berikutnya teman-teman .

Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   
2.Herlina Priyatna 
Illustrator  : Herlina Priyatna & Frisca Amedia  
Editor       : Herlina Priyatna 

Rabu, 23 Oktober 2019

Rumus Kimia & Persamaan Reaksi

Kelompok 12 :
  1. Herlina Priyatna (4201419090)
  2. Frisca Amedia    ( 4201419067)


Rumus Kimia dan Persamaan Reaksi

                Dalam mempelajari kimia tentu saja kita tidak akan terlepas dari hal yang namanya Rumus kimia dan persamaan Reaksi. Adakah dari kalian yang belum mengetahui apa itu rumus kimia? Apa itu reaksi kimia? Dan bagaimana caranya menyetarakan suatu persamaan reaksi kimia? Kalian perlu segera mempelajarinya karena ini merupakan bakal awal untuk bisa kimia.
Langsung saja ke intinya ya teman, apa si rumus kimia itu? Jadi, rumus kimia adalah suatu rumus yang berbentuk kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu.

A. Rumus Empiris
     Rumus yang paling sederhana yang menyatakan perbandingan atom-aatom berbagai unsur dalam suatu senyawa.Rumus empiris ditentukan dari data :
  1. Macam-macam unsur dalam senyawa
  2. Persentase unsur dalam senyawa
  3. Massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan.
Kemudian untuk menentukan rumus empiris dari suatu senyawa sebagai berikut :
  1. Menentukan massa setiap unsur dalam sejumlah tertentu senyawa.
  2. Membagi massa setiap unsur dengan massa atom relatifnya,sehingga memperoleh perbandingan mol setiap unsur atau perbandingan dari atom-atomya.
  3. Mengubah perbandingan atom dengan angka yang paling sederhana.
B. Rumus Molekul
    Menunjukkan jumlah mol setiap jenis atom dalam 1 mol senyawa tersebut.Data yang diperlukan untuk menentukan rumus molekul sebagai berikut :
  1. Rumus empiris
  2. Massa atom relatif
      Contoh :
Analisis kuantitaif terhadap 120 g suatu senyawa mengandung unsur-unsur C,H, dan O menghasilkan 48 g C , 8 g H , dan 64 g O , bagaimana rumus molekulnya ?
       Jawab :
Perbandingan mol C : H : O = 





  = 4 : 8 : 4
  = 1 : 2 : 1
Jadi untuk rumus empirisnya adalah CH2O
Massa molekul CH2O diketahui 60 , 30n = 60 , jadi n = 2 sehingga
Rumus molekulnya yaitu C2H4O2.

              Lah yang paling penting selanjutnya adalah persamaan reaksi kimia, dalam menyetarakan suatu reaksi kimia tentu saja terkadang kita lebih terbiasa dengan metode perasaan atau feeling, hal itu tidaklah salah namun apa yang akan dilakukan jika menemui suatu persamaan reaksi yang tidak bisa disetarakan dengan metode feeling? Yap betul, ada 3 cara kurang lebih yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penyetaraan reaksi kimia
a.       Metode eliminasi
b.      Metode setengah reaksi
c.       Metode bilangan oksidasi


    A. Persamaan Reaksi
Bagaimana cara menuliskan persamaan reaksi ? Setelah persamaan reaksi ditulis ,bagaimana cara menyetarakan persamaan reaksi tersebut ? Persamaan reaksi adalah penulisan reaksi dengan menyatakan lambang rumus atau rumus kimia senyawa yang terlibat dalam reaksi serta menunjukkan koefisien reaksi zat yang bereaksi sama dengan koefisien zat hasil reaksi .
Contoh : reaksi karbon dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida.



Tanda panah menunjukkan arah reaksi atau "menghasilkan" . Simbol fase zat beupa huruf kecil
dalam tanda kurung berupa : s berarti padat , g berarti gas , l berarti cair , aq berarti larutan.
Penyetaraan persamaan reaksi merupakan penerapan hukum kekekalan massa dan teori atom Dalton dimana tidak terjadi perubahan massa dan tidak ada atom yang hilang atau tercipta.
Secara umum langkah -langkah penyetaraan persamaan persamaan reaksi adalah sebagai berikut . 
  • Menulis persamaan kerangka,yaitu persamaan reaksi yang belum setara dengan reaktan di ruas kiri dan hasil reaksi di ruas kanan.
  • Menetapkan koefisien zat yang paling kompleks sama dengan 1.
  • Setarakan dahulu unsur yang terkait lansung dengab zat yang diberi koefisien 1 
  • Setarakan reaksi dengan mengatur koefisien reaktan dan hasil reaksi yang lain.
      Contoh Penerapan:
 Setarakan reaksi 

 Alternatif Penyelesaian:
       Diketahui :


   Permasalahan : menyetarakan persamaan reaksi
        Strategi : menggunakan langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi
        Penerapan :
        1. Persamaan kerangka

  2.Koefisien zat kompleks
      C4H10 = 1

  3.Unsur yang berkaitan dengan C4H10 adalah C dan H 
     Menyetarakan atom C :
     C diruas kiri = 4 
     C di ruas kanan = 1, dijadikan 4 dengan memberi angka 4/1 = 4 di depan CO2
     

      Menyetarakan atom H :
      H di ruas kiri = 10O
      H di ruas kanan = 2,dijadikan 10 dengan memberi angka 10/2 = 5 di depan H2O

       Menyetarakan atom O :       
        O di ruas kiri = 2
        O di ruas kanan 4(2) + 5(1) = 13
        Sehingga tambahkan angka diruas kiri = 13/2 = 6 1/2 di depan O2

 (sudah setara)   

    B. Perhitungan Kimia pada Persamaan Reaksi

    1.Hubungan antara jumlah mol,partikel,massa,dan volume gas dalam persamaan reaksi kimia
   Contoh Penerapan: 
     sebanyak  molekul KClO  dipanaskan dan terurai  
      Tentukan :

  1. Mol gas oksigen yang terbentuk
  2. Volume gas oksigen yang terbentuk (STP)
   Alternatif Penyelesaian:
    Diketahui : perbandingan koefisien = 2 : 2 : 3
                      jumlah molekul KClO3 = molekul
    Permasalahan : menentukan mol gas oksigen , volume gas oksigen yang terbentuk,dan massa      KCl yang terbentuk.
    Strategi : menggunakan persamaan hubungan jumlah molekul dengan volume 
    Penerapan :
    Jumlah molekul O2 = 3/2 x jumlah molekiul  KClO3
                                      = 3/2   x 

                                       =  
     a. Mol O2 = 


     b. Volume O2 = n x 22,4
                               = 0,77 x 22,4
                               = 17,2 liter


Setelah dapat menyetarakan persamaan reaksi kimia, dalam kimia juga akan bertemu dengan istilah mol, molaritas, molalitas dll.
Mol merupakan satuan dalam SI yang digunakan untuk jumlah suatu zat. Rumus mol (n) adalah

untuk menghitung Mr ( massa relatif suatu zat ) adalah dengan cara
Molaritas (M) menyatakan jumlah mol dari suatu lartuan perliter. Sehingga dapat dituliskan rumus molaritas  adalah
M = n / v
n = v x M
V = n/M
Dengan
n adalah mol suatu larutan
V adalah volume dari larutan tersebut
M adalah molaritas


Nah bagaimana teman-teman apakah sudah paham ?.Jika masih pada bingung nih bisa komen-komen dibawah ya :D .
Kemudian dari materi yang telah kita sampaikan diatas dapat disimpulkan seperti berikut :
rumus kimia adalah suatu rumus yang berbentuk kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu. Kurang lebih ada 3 cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penyetaraan reaksi kimia yaitu Metode eliminasi , Metode setengah reaksi, Metode bilangan oksidasi. Mol merupakan satuan dalam SI yang digunakan untuk jumlah suatu zat dengan rumus 

Molaritas (M) menyatakan jumlah mol dari suatu lartuan perliter. Sehingga dapat dituliskan rumus molaritas  adalah
M = n/v 
n = v x M,
 V = n/m 
Keterangan
n = mol 
V = volume
M=  molaritas. 




Persamaan reaksi adalah penulisan reaksi dengan menyatakan lambang rumus atau rumus kimia senyawa yang terlibat dalam reaksi serta menunjukkan koefisien reaksi zat yang bereaksi sama dengan koefisien zat hasil reaksi .

Contoh : reaksi karbon dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida.



Penulis Konten :
1.Frisca Amedia   
2.Herlina Priyatna 
Illustrator  : Herlina Priyatna & Frisca Amedia  
Editor       : Herlina Priyatna