Redoks dan Elektrokimia
A. Penyetaraan Persamaan dan Reaksi Redoks
Reaksi
redoks atau yang biasa kita kenal dengan reaksi oksidasi dan reduksi. Kurang
lebih ada tiga definisi yang dapat kita gunakan untuk oksidasi, yang pertama
ada kehilangan elektron, yang kedua memperoleh oksigen, dan yang ketiga
kehilangan hidrogen. Namun, dalam praktikum kali ini adalah untuk kehilangan
elektron. Kemudian reduksi diartikan sebagai memperoleh elektron, kehilangan
oksigen, dan memperoleh hydrogen. Maka dari itu salah satu tujuan dari materi kali ini adalah mempelajari beberapa reaksi redoks yang meliputi reaksi
oksidasi dan reaksi reduksi sehingga dapat membuktikan yang terjadi saat
oksidasi dan saat reduksi pada suatu reaksi kimia.
Misal :
K2Cr2O7
Bilok K = +1
Cr = -2
O = +6
NaClO3
Bilok Na = +1
Cl = -2
O = +5
1. Bilangan Oksidasi
NO
|
Unsur
|
Biloks
|
1
|
Unsur bebas ( Fe,Zn,….)
|
0
|
2
|
Molekul Umum( H2,O2,N2,F3,Cl2,Br2,I2)
|
0
|
3
|
Atom H dalam senyawa
|
+1 , kecuali hidrida = -1
|
4
|
Atom O dalam senyawa
|
+1 ,kecuali peroksida = -1
|
5
|
Logam IA
|
+1
|
6
|
Logam IIA
|
+2
|
7
|
Logam IIIA
|
+3
|
8
|
Ion
|
Sesuai muatan ion
|
9
|
Molekul
|
0
|
Misal :
K2Cr2O7
Bilok K = +1
Cr = -2
O = +6
NaClO3
Bilok Na = +1
Cl = -2
O = +5
2. Penyetaraan Reaksi Redoks
Bagaimana menyetarakan persaman reaksi redoks ?Syarat reaksi redoks disebut sudah setara apabila reaksi tersebut mempunyai jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan dan jumlah muatan di ruas kiri = jumlah muatan di sebalah kanan.Kebanyakan reaksi redoks berlansung dalam larutan air sehingga molekul H2O , ion H+ dan OH- sering berpartisipasi sebagai pereaksi maupun hasil reaksi . Ada dua metode dalam penyetaraan reaksi redoks,yaitu metode Perubahan Bilangan Oksidasi dan metode setengah reaksi (ion elektron).
Contoh :
1.Setarakan persamaan reaksi ion dengan metode perubahan bilangan oksidasi !
CrO4-2 + Fe(OH)2 àCr2O3 + Fe(OH)3
Contoh :
1.Setarakan persamaan reaksi ion dengan metode perubahan bilangan oksidasi !
CrO4-2 + Fe(OH)2 àCr2O3 + Fe(OH)3
Penyelesaian
Diketahui : reaksi redoks CrO4-2 + Fe(OH)2 → Cr2O3 + Fe(OH)3
Permasalahan : Menyetarakan reaksi redoks
Strategi : menggunakan metode perubahan bilangan oksidasi
Penerapan :
a.Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
CrO4-2 + Fe(OH)2 → Cr2O3 + Fe(OH)3
+6 +2 +3 +3
keterangan :
+6 dengan +3 mengalami reduksi
+2 dengan +3 mengalami oksidasi
b.Menyetarakan koefisisen unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
Unsur Cr = beri koefisien pada CrO4-2
Unsur Fe = sudah setara
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + Fe(OH)2 → Cr2O3 + Fe(OH)3
c.Menentukan jumlah perubahan bilangan oksidasi dari oksidator dan reduktor
-Perubahan bilangan oksidasi Cr= +6 →+3 , karena melibatkan 2 atom Cr ,maka Cr= 3 x 2 = 6.
-Perubahan bilangan oksidasi dari Fe = +2 →+3, selisih = 1
d.Menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi
-Koefisien CrO4-2 dan Cr2O3 dikalikan 1
-Koefisien Fe(OH)2 dan Fe(OH)3 dikalikan 6
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → Cr2O3 + 6Fe(OH)3
e.Menyamakan muatan ruas kiri dengan muatan ruas kanan
Total muatan ruas kiri = -2(2) = -4
Total muatan ruas kanan= 0
Sehingga ditambahkan 4 ion OH− di ruas kanan
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH−
f. Menyetarakan atom H pada ruas kiri dan ruas kanan
Jumlah atom H ruas kiri = 12
Jumlah atom H di ruas kanan = 22
Sehingga ditambahkan 5 moekul H2O di ruas kiri
Reaksi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → 5H2O + Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH− (reaksi setara)
c.Menentukan jumlah perubahan bilangan oksidasi dari oksidator dan reduktor
-Perubahan bilangan oksidasi Cr= +6 →+3 , karena melibatkan 2 atom Cr ,maka Cr= 3 x 2 = 6.
-Perubahan bilangan oksidasi dari Fe = +2 →+3, selisih = 1
d.Menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi
-Koefisien CrO4-2 dan Cr2O3 dikalikan 1
-Koefisien Fe(OH)2 dan Fe(OH)3 dikalikan 6
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → Cr2O3 + 6Fe(OH)3
e.Menyamakan muatan ruas kiri dengan muatan ruas kanan
Total muatan ruas kiri = -2(2) = -4
Total muatan ruas kanan= 0
Sehingga ditambahkan 4 ion OH− di ruas kanan
Reaksi menjadi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH−
f. Menyetarakan atom H pada ruas kiri dan ruas kanan
Jumlah atom H ruas kiri = 12
Jumlah atom H di ruas kanan = 22
Sehingga ditambahkan 5 moekul H2O di ruas kiri
Reaksi : 2CrO4-2 + 6Fe(OH)2 → 5H2O + Cr2O3 + 6Fe(OH)3+ 4OH− (reaksi setara)
3. Potensial Sel dan Volta
Potensial sel merupakan selisih potensial listrik antara elektrode yang mendorong elektron mengalir yang disebabkan perbedaan rapatan muatan antara elektrode-elektrode.Potensial sel yang diukur pada 25 celcius dengan konsentrasi ion-ion 1 M dan tekanan gas 1 atm disebut potensial standar ( E sel)
4. Korosi
Reaksi redoks antara logam dan beberapa zat yang berada di lingkungan akan menghasilkan senyawa lain yang tidak dikehendaki disebut korosi atau perkaratan.
B. Sel elektrolisis dan Hukum Faraday
1. Sel elektrolisis
Elektrolisis
adalah peristiwa terjadinya reaksi kimia oleh arus listrik. Rangkaian
elektrolisis berisi larutan atau leburan elektrolit dan dua buah elektroda,
anoda, dan katoda. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi sedangkan pada katoda
terjadi reaksi reduksi. Pada tahun 1833, faraday menunjukkan bahwa jumlah zat
yang bereaksi pada elektroda-elektroda sel elektrolisis berbanding lurus dengan
jumlah arus yang melalui sel tersebut
2. Hukum Faraday
Oh iya teman teman semua jadi
intinya dalam mempelajari reaksi redoks ini kalian juga sebaiknya mengingat
kembali mengenai bilangan biloks setiap unsur tentunya. Dan kalian dapat
mengaitkan reaksi redoks ini kedalam kehidupan sehari hari. Hal itu tentunya
akan menambah kepahaman temen temen semua mengenai redoks dan elektrokimia.
Penulis Konten :
1.Frisca Amedia
2.Herlina Priyatna
Illustrator : Herlina Priyatna & Frisca Amedia
Editor : Herlina Priyatna
Illustrator : Herlina Priyatna & Frisca Amedia
Editor : Herlina Priyatna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar